Membuat Webstie Sendiri

Kenapa Aku Memilih Membuat Website Sendiri, Meski Masih Belajar?

Beberapa waktu lalu, aku memutuskan untuk membuat website sendiri. Padahal, aku bukan ahli IT, tidak pernah belajar coding, dan masih dalam proses belajar digital marketing. Tapi justru di tengah perjalanan belajar itu, ide untuk membuat website muncul. Bukan karena merasa sudah siap, tapi karena aku ingin belajar langsung dari praktik. Aku sadar, kalau terus menunggu sampai ‘siap’ sempurna, bisa jadi mimpiku ini akan terus tertunda.

Awalnya, aku merasa ragu. Bayangan sulitnya memahami teknis seperti domain, hosting, dan cara kerja CMS seperti WordPress membuatku takut gagal. Belum lagi pikiran soal biaya yang harus dikeluarkan dan waktu yang perlu aku sisihkan di sela-sela aktivitas utama. Aku bertanya-tanya, apakah aku sanggup? Namun, rasa penasaran dan keinginan untuk belajar hal baru akhirnya mengalahkan keraguanku itu. Aku sebuah kutipan dari Zig Ziglar, seorang motivator ternama, yang mengatakan, “You don’t have to be great to start, but you have to start to be great.” Kalimat itu memotivasiku untuk segera mulai.

Aku memilih membuat website sendiri karena aku ingin belajar langsung dari pengalaman nyata. Aku percaya, cara belajar yang paling efektif adalah praktik langsung. Jadi, aku pikir, kalau aku langsung praktik membuat website, aku bisa lebih cepat mengerti apa saja yang harus dilakukan, bagaimana mengatasi masalah teknis, dan bagaimana mengelola website secara menyeluruh. Memang banyak sekali hal baru yang harus aku pelajari, mulai dari membeli domain, setting hosting, hingga mengenal berbagai plugin dan tema. Ada kalanya aku merasa bingung dan stuck, tapi aku juga belajar untuk tidak menyerah dan terus mencari solusi. Seperti yang dikatakan oleh Dr. John Dewey, tokoh pendidikan, “We do not learn from experience… we learn from reflecting on experience.” Jadi, kesalahan yang aku alami bukan kegagalan, tapi bagian dari proses belajar yang sangat berharga.

Selain ingin belajar, aku juga memilih membuat website sendiri karena aku ingin punya kendali penuh atas website tersebut. Dengan mengelola sendiri, aku bebas mengatur tampilan, fitur, dan isi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Kalau suatu saat aku ingin mengubah arah atau tujuan website, aku bisa melakukannya tanpa harus menunggu orang lain. Fleksibilitas ini penting bagiku, apalagi aku sedang membangun personal branding dan ingin punya “rumah” sendiri di dunia digital. Website yang aku buat ini nantinya bisa jadi tempat mengumpulkan portofolio, karya, dan berbagai konten yang aku buat. Selain itu, membuat website sendiri juga sangat membantu menghemat biaya. Aku tidak perlu langsung mengeluarkan uang banyak untuk jasa pembuatan website profesional, yang biasanya cukup mahal. Aku bisa mulai dari yang sederhana dulu dan berkembang secara bertahap sambil terus belajar.

Tentu saja, perjalanan ini tidak mudah. Ada banyak tantangan teknis yang harus aku hadapi. Kadang aku merasa frustrasi dan ingin menyerah. Sekarang, aku sudah berhasil membuat website pertamaku dan meluncurkannya secara online. Tentu, website ini belum sempurna dan masih jauh dari kata profesional, tapi aku merasa sangat puas dan bangga. Setiap langkah kecil yang aku ambil, mulai dari memasang plugin, mengatur desain, hingga mengisi konten, adalah bukti kemajuan yang aku capai. Aku juga merasakan peningkatan kemampuan yang cukup signifikan dibandingkan awal mulai belajar. Dari yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang pembuatan website, sekarang aku sudah mampu mengelola dan mengembangkan website secara mandiri. Hal ini membuat aku semakin percaya diri dan termotivasi untuk terus belajar.

Jadi, kenapa aku memilih membuat website sendiri meskipun masih belajar? Karena aku percaya bahwa proses belajar tidak harus menunggu sampai benar-benar siap. Dengan memulai, kita belajar lebih banyak dari praktik langsung, menghadapi tantangan, dan bertumbuh secara nyata. Membuat website sendiri dengan cara dan tempo yang aku bisa kendalikan adalah bentuk belajar yang paling nyaman dan efektif untukku.

Kalau kamu juga sedang belajar dan merasa ragu untuk mulai, aku ingin bilang: jangan tunggu sempurna, mulai aja dulu. Karena dari langkah pertama itu, perjalanan yang berharga akan dimulai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *