Growth Mindset dan Fixed Mindset, Pentingnya Mengubah Cara Berpikir

Growth Mindset vs Fixed Mindset: Pentingnya Mengubah Cara Berpikir

Pernah nggak sih kamu merasa stuck saat menghadapi masalah? Rasanya kayak semua usaha yang dilakukan ngga hasilnya, dan mungkin kamu berpikir, “Ah, aku memang ngga berbakat di bidang ini,” atau “Kayaknya aku nggak bakal bisa berkembang lebih jauh lagi.” Jika iya, bisa jadi kamu sedang berada dalam fixed mindset. Namun di sisi lain, ada cara berpikir yang justru membuka banyak pintu kesempatan dan keberhasilan yaitu growth mindset.

Kenapa Pola Pikir Kita Penting?

Ternyata, cara kita memandang kemampuan dan potensi diri sangat berpengaruh terhadap kesuksesan dan kebahagiaan  hidup kita.

Mindset kita menentukan bagaimana kita menghadapi tantangan, menyikapi kegagalan, hingga mengambil keputusan penting dalam hidup.

Untuk memahami lebih dalam, yuk kita bahas lebih dulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan growth mindset dan fixed mindset, serta mengapa penting sekali mengubah cara berpikir kita untuk bisa berkembang lebih baik.

Apa Itu Growth Mindset dan Fixed Mindset?

Istilah growth mindset dan fixed mindset pertama kali diperkenalkan oleh seorang psikolog dari Stanford bernama Carol S. Dweck dalam bukunya yang terkenal, Mindset: The New Psychology of Success.

Menurut Dweck, mindset yang kita miliki sangat menentukan cara kita belajar, berkembang, dan mencapai tujuan.

Dweck menjelaskan bahwa cara kita memandang kemampuan dan kecerdasan kita bisa terbagi menjadi dua pola utama yaitu Growth Mindset (Pola Pikir Berkembang) dan Fixed Mindset (Pola Pikir Tetap).

Growth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan kita bisa dikembangkan melalui usaha, belajar, dan ketekunan. Orang dengan growth mindset justru melihat kegagalan sebagai peluang belajar dan motivasi untuk berusaha lebih baik.

Orang yang memiliki growth mindset cenderung melihat tantangan sebagai peluang untuk belajar, bukan sebagai hambatan yang harus dihindari. Mereka tidak takut gagal karena menganggap kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. Ketika menghadapi kesulitan, mereka justru terpacu untuk berusaha lebih keras dan tidak mudah menyerah. Selain itu, mereka juga terbuka terhadap kritik dan masukan, karena menyadari bahwa semua itu bisa membantu mereka tumbuh dan berkembang.

Sebaliknya, fixed mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan atau kecerdasan bersifat tetap dan tidak bisa diubah.

Orang dengan fixed mindset cenderung menghindari tantangan karena takut gagal. Mereka lebih memilih berada di zona nyaman dan mudah menyerah ketika menghadapi hambatan dan kegagalan karena merasa kemampuan mereka terbatas. Ketika melihat orang lain berhasil, mereka bisa merasa terancam alih-alih termotivasi. Kritik pun sering dianggap sebagai serangan pribadi, bukan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.

Jadi, kalau kamu percaya bahwa kamu bisa jadi lebih pintar atau lebih mahir lewat latihan dan pengalaman, kamu sedang mengadopsi growth mindset. Sebaliknya, kalau kamu berpikir bahwa kamu hanya bisa jadi seperti apa adanya sekarang dan tidak ada yang bisa kamu ubah, itu adalah fixed mindset.

Melalui perbedaan ini, kita bisa melihat bagaimana mindset memengaruhi sikap, tindakan, dan hasil yang kita dapatkan dalam hidup.

Pentingnya Mengubah Cara Berpikir

Mengubah cara berpikir dari fixed mindset ke growth mindset dapat membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan.

Mindset ini mendorong kita untuk terus maju. Orang dengan growth mindset tidak terpaku pada hasil instan. Mereka justru menikmati proses belajar dan mengambil pelajaran dari setiap kegagalan. Kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan proses yang penting untuk berkembang.

Dengan memiliki pola pikir growth mindset, artinya kita membuka diri untuk terus belajar dan berkembang. Percaya bahwa kemampuan bisa ditingkatkan membuat kita lebih berani mencoba. Sebaliknya, fixed mindset seringkali membuat kita ragu dan cepat menyerah karena menganggap kemampuan itu sudah “tetap” dan tidak bisa berubah.

Growth mindset juga dapat membangun ketahanan mental yang penting ketika menghadapi berbagai tantangan dan kegagalan. Kegagalan tidak lagi dipandang sebagai akhir, melainkan sebagai proses penting untuk tumbuh dan memperbaiki diri. Dengan cara berpikir seperti ini, kita jadi lebih gigih dan tidak mudah patah semangat saat menghadapi hambatan. Menurut Dweck, orang dengan growth mindset lebih tahan terhadap stres, lebih kreatif, dan punya motivasi yang lebih kuat untuk mencapai tujuan.

Misalnya, dalam dunia pendidikan, seorang siswa dengan growth mindset akan melihat nilai buruk bukan sebagai akhir dari segalanya, tetapi sebagai sinyal untuk memperbaiki strategi belajar. Sedangkan siswa dengan fixed mindset mungkin merasa putus asa dan berpikir “Saya memang nggak pinter, jadi buat apa belajar lagi.”

Sebuah penelitian oleh Claro, Paunesku, dan Dweck (2016) yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa siswa yang memiliki growth mindset menunjukkan peningkatan prestasi akademik yang signifikan dibandingkan yang berfixed mindset. Ini membuktikan bahwa mindset sangat berperan dalam perkembangan diri.

Mengubah mindset juga memperbaiki hubungan sosial kita. Ketika kita terbuka menerima kritik dan melihat keberhasilan orang lain sebagai motivasi, bukan ancaman, hubungan dengan teman, keluarga, maupun rekan kerja akan menjadi lebih harmonis. Ini sekaligus membantu kita belajar dari pengalaman orang lain dan bekerja sama dengan lebih baik.

Selain itu, perubahan cara berpikir yang positif dapat meningkatkan kesejahteraan mental. Ketika kita tidak terjebak dalam rasa takut gagal atau perasaan tidak cukup baik, tingkat stres dan kecemasan berkurang. Hasilnya, kita bisa menjalani hidup dengan lebih bahagia dan penuh rasa percaya diri.

Akhirnya, mindset yang berkembang membuka banyak peluang baru dalam kehidupan dan karier. Kita menjadi lebih berani mengambil risiko yang sehat dan berani mencoba. Dengan begitu, kita bukan hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan mencapai potensi terbaik yang kita miliki.

Cara Mengubah Fixed Mindset Menjadi Growth Mindset

Growth mindset dan fixed mindset adalah dua pola pikir yang sangat berbeda, yang punya dampak besar terhadap cara kita belajar, bekerja, dan menjalani hidup. Dengan memahami dan menerapkan growth mindset, kita membuka peluang lebih besar untuk berkembang, menghadapi tantangan, dan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.

Lalu, bagaimana sih cara mengubah fixed mindset menjadi growth mindset?

Pertama, sadar dan terima pola pikirmu saat ini. Kamu perlu sadar dulu bagaimana cara berpikirmu selama ini. Coba perhatikan bagaimana kamu bereaksi saat menghadapi kesulitan. Apakah ketika ada masalah kamu cenderung menyerah, atau justru mencoba mencari solusi?

Kedua, ubah cara kamu memandang kegagalan. Alih-alih melihat kegagalan sebagai akhir, coba anggap itu sebagai pelajaran berharga. Gagal bukan berarti kamu bodoh atau tidak bisa, tapi kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Jadi, jangan takut gagal. Justru dari kegagalan kamu bisa dapat insight berharga untuk berkembang. Setiap kegagalan bisa membawa kita selangkah lebih dekat ke keberhasilan.

Ketiga, ubah cara kamu memberi komentar pada diri sendiri. Coba ubah kalimat-kalimat negatif yang kamu ucapkan ke diri sendiri. Misalnya, daripada bilang “Aku nggak bisa,” menjadi “Aku belum bisa, tapi aku akan terus belajar.

Keempat, terus mencoba dan menerima tantangan baru. Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan keluar dari zona nyaman. Menghadapi tantangan akan melatih kemampuanmu, membuatmu lebih tangguh, dan kemampuan kamu akan semakin terasah.

Kelima, cari inspirasi dari kisah orang lain. Kamu juga bisa belajar dari kisah orang-orang sukses yang dulunya pernah gagal berkali-kali, tapi karena punya growth mindset, mereka akhirnya berhasil. Banyak tokoh sukses yang dulunya mengalami kegagalan berkali-kali, tapi karena growth mindset mereka tidak menyerah.

 

Pada akhirnya, yang menentukan perkembangan diri kita bukanlah bakat semata, melainkan cara kita berpikir. Growth mindset bukan berarti kita akan selalu berhasil, tapi dengan pola pikir ini, kita bisa tetap maju meskipun harus gagal berkali-kali.

Seperti kata Carol Dweck,

Belief in the possibility of change is the foundation for growth.

Jadi, mulai sekarang, yuk ubah cara berpikir kita dan jalani hidup dengan mindset yang lebih positif dan terbuka. Ingat, kemampuan dan potensi kita bukanlah sesuatu yang tetap, tapi bisa terus berkembang selama kita mau berusaha dan belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *